Cara Setting Referer Nginx Di Linux

Cara Setting Referer Nginx Di Linux

Nginx merupakan salah satu server web yang populer digunakan saat ini. Nginx diketahui sangat cepat dan ringan sehingga memiliki performa yang baik untuk mengelola lalu lintas website. Meskipun begitu, tidak sedikit orang yang masih kebingungan tentang pengaturan referer pada Nginx. Referer sendiri adalah sebuah variabel yang digunakan untuk melacak lalu lintas kunjungan pada sebuah website. Oleh karena itu, pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang cara setting referer Nginx di Linux.

Pengertian Referer Nginx

Sebelum membahas tentang cara setting referer Nginx di Linux, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu referer. Referer pada Nginx adalah sebuah header yang mengindikasikan asal halaman saat user melakukan request pada website Anda. Contoh sederhana, ketika user melakukan klik pada hyperlink pada website lain yang mengarah ke website Anda, maka referer yang digunakan adalah website yang dimaksud.

Untuk apa referer Nginx sendiri digunakan? Referer Nginx digunakan sebagai monitoring trafik pada website. Dengan referer, administrator bisa dengan mudah melacak sumber trafik yang berasal dalam atau luar website, terutama pada saat aktivitas spamming terjadi. Selain itu, referer juga berfungsi untuk memeriksa security pada website, karena bisa diketahui pengunjung yang mencoba melakukan tindakan yang kurang pantas.

Cara Setting Referer Nginx di Linux

Nah, setelah kita memahami pengertian referer Nginx, mari kita lanjut ke pembahasan tentang cara setting referer Nginx di Linux.

1. Membuka file konfigurasi Nginx

Pertama-tama, buka file konfigurasi Nginx yang berada di direktori `/etc/nginx/nginx.conf` atau di direktori `/etc/nginx/sites-available/default`. Kemudian tambahkan script berikut ini pada blok location dimana Nginx Anda diatur:

if ($http_referer !~* (domain1.com|domain2.com|domain3.com)) {
return 404;
}

Atau, Anda juga bisa menggunakan script berikut untuk menghapus referer:

if ($http_referer !~ “^$|http(s)://(www.)?example.com(/|$)”) {
return 403;
}

Setelahnya, save dan restart Nginx. Dengan script ini, pembaca dapat mengatur domain yang diizinkan dan yang tidak. Dalam script pertama, jika referer tidak berasal dari domain yang terdaftar, akan diarahkan ke halaman error 404. Sedangkan pada script kedua, referer yang tidak berasal dari domain yang terdaftar akan diarahkan ke page error 403.

2. Tambahkan referer pada HTTP header

Setelah menambahkan script pada file konfigurasi, pilih domain yang ingin dicatat referer-nya. Kemudian, buka file konfigurasi Nginx atau inisiliasi blok eksekusi pada awal halaman index.html. Setelahnya, tambahkan script berikut ini:

location / {
add_header Referer “http://$host$request_uri”;
add_header X-Referer “http://$host$request_uri”;
}

Dengan script ini, referer URL akan muncul pada baris header HTTP. Setiap kali user mengakses URL, referer-nya akan dicatat dengan otomatis.

Kesimpulan

Referer Nginx adalah hal yang penting untuk dilacak pada sebuah website karena memudahkan untuk memantau lalu lintas dan mengetahui sumber dari trafik tersebut. Pada dasarnya, referer Nginx diatur dalam file konfigurasi yang membantu administrasi pengelolaan trafik pada website Anda. Dengan referer Nginx, administrator bisa mendeteksi spamming dan menambahkan lapisan security pada website. Bagi Anda yang masih kebingungan tentang cara setting referer Nginx di Linux, tutorial ini diharapkan dapat membantu Anda dalam mengatur referer Nginx di website Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *