Tutorial Microservice Api Di Nginx


Tutorial Microservice Api Di Nginx

Apa itu Microservice?

Microservice adalah aplikasi web yang memiliki kode sumber yang dapat dipisahkan dan diterapkan ke lingkungan hosting yang lebih besar atau berbeda. Microservices membuat aplikasi-aplikasi web menjadi lebih bersifat modular – sebagian kecil dari aplikasi dapat beroperasi secara independen dan berinteraksi dengan bagian lain dari aplikasi secara terpisah dan asinkron.

Contoh aplikasi yang memanfaatkan microservices adalah Spotify dan Twitter. Spotify menggunakan microservices untuk mengelola katalog mereka yang berbeda-beda mencakup lagu dan alat musik, sementara Twitter menggunakan microservices untuk memanage timeline pengguna yang saling berinteraksi.

Pembuatan microservices sering disebut sebagai refactoring monolitik. Dengan refactoring, pengembang dapat menerapkan perubahan ke aplikasi yang sebelumnya hanya dapat dilakukan bagian-bagian kecil microservice-nya. Refactoring terus-menerus diperlukan untuk meningkatkan scalability dan reliability aplikasi web.

Apa Itu Nginx?

Nginx adalah sebuah web server yang berbasis open source. Nginx telah digunakan dalam berbagai macam proyek web dan konfigurasi hosting. Nginx menawarkan kecepatan yang baik untuk berbagai jenis lalu lintas web, menangani pengalihan lalu lintas website, membuat HTTP ssl, dan bahkan menyediakan content caching dan performance.

Proyek yang lebih kompleks mungkin menggunakan Nginx sebagai bagian dari lingkungan yang lebih besar. Banyak perusahaan yang telah berinvestasi dalam Nginx untuk meningkatkan kinerja aplikasi dan mengurangi biaya operasional.

Tutorial Membuat Microservice Api Di Nginx

Untuk membuat microservice api Nginx, pengembang harus memastikan bahwa domai mereka benar-benar menjadi microservice api. Pengembang setalah itu harus membuat sebuah kode sumber yang berisi definisi api Nginx. Peralatan yang dibutuhkan dalam tutorial ini adalah Nginx web server, code editor, dan server machine aktif.

Pertama, untuk mengkonfigurasi Nginx web server, pengembang harus menyimpan file konfigurasi di folder /etc/nginx/ dengan nama virtual host (Vhost). File konfigurasi harus di-edit dengan menggunakan code editor. Di dalam konfigurasi, pengembang harus dapat mengkonfigurasi header HTTP dan berbagai flag lainnya. Ini akan membantu dalam proses debugging dan deployment.

Kemudian, pengembang harus menulis kode sumber, yang berisi definisi API Nginx. Kode sumber harus ditulis dalam bahasa pemrograman yang berbeda-beda tergantung pada proyek yang dilakukan. Pengembang harus memastikan bahwa kode yang ditulis dapat dengan mudah terintegrasi dengan aplikasi web yang berjalan di hosting web biasa.

Setelah kode sumber direvisi dan dimasukkan ke Nginx web server, pengembang harus memastikan bahwa API berfungsi dengan benar. Untuk memastikannya, pengembang harus menggunakan curl command untuk mengirim atau menerima data dari API. POST dan GET request harus diuji agar kode dapat melakukan fungsi yang dimaksudkan.

Selanjutnya, pengembang harus menggunakan perintah yang tepat untuk meluncurkan API yang telah dibuat. Ini bisa dilakukan dengan perintah “/etc/init.d/nginx start”, yang akan menjalankan API. Untuk berhenti, pengembang dapat menggunakan perintah “stop” dan “restart”.

Tingkatkan Kinerja Nginx Web Server

Selalu ada beberapa cara untuk memperbaiki kinerja Nginx web server. Pertama, operator jaringan harus memastikan bahwa semua aplikasi berjalan dengan benar. Setiap kali pengembang melakukan perubahan kode sumber yang telah direvisi, Nginx harus di restart. Itulah kenapa konfigurasi jaringan harus selalu memantau performa Nginx.

Kedua, gunakan Nginx sebagai reverse proxy. Nginx dapat mudah dikonfigurasi untuk dapat menangani berbagai macam lalu lintas. Ketika digunakan sebagai reverse proxy, Nginx dapat menangani lalu lintas dengan lebih baik dan cepat.

Ketiga, gunakan lossless encoder untuk meningkatkan kinerja. Lossless encoder dapat membantu kompresi gambar dengan lebih baik, yang akan mengurangi ukuran file dan membuat halaman lebih cepat. Ini juga akan meningkatkan kecepatan waktu loading aplikasi.

Penggunaan Azion CDN

Azion CDN adalah sebuah layanan hosting yang dapat diintegrasikan dengan jaringan Nginx. Dengan CDN, pengembang dapat meningkatkan kecepatan aplikasi dengan menyimpan file web di server CDN yang berbeda-beda dan berlokasi di seluruh dunia. Dengan Azion CDN, lalu lintas dapat dialihkan secara efisien ke server yang berdekatan dengan pengguna dan meningkatkan kecepatan website.

Azion CDN juga membantu dalam meningkatkan tingkat keamanan website. Dukungan HTTPS meningkatkan keamanan situs web, menjaga informasi pribadi pengguna dan mencegah ongkos hacking. Pengguna juga dapat menggunakan layanan firewall untuk membatasi akses luar ke situs web dan meningkatkan perlindungan terhadap lalu lintas yang tidak valid.

Apa yang Dibutuhkan Untuk Membuat Microservice Api di Nginx?

Untuk membuat microservice api di Nginx yang berfungsi dengan benar, pengembang membutuhkan beberapa perangkat lunak dan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *